DVR

DVR kepanjangan dari Digital Video Recorder. Fungsi DVR yaitu merekam video menjadi format digital ke media DVD, flash drive USB, kartu memori SD, maupun SSD. Di dalam bidang keamanan, DVR difungsikan sebagai perangkat yang menyimpan rekaman video dari CCTV beresolusi tinggi, bahkan dalam durasi yang panjang, tergantung pada kapasitas harddisk yang dibenamkan pada DVR tersebut.

Hadirnya DVR terkini, tidak hanya menjalankan fungsi dasarnya untuk merekam dan meyimpan video saja, tetapi sejumlah produsen membekali beragam fitur yang memungkinkan pengguna bisa mengaksesnya dari jarak jauh, atau ada juga DVR yang memiliki firmware sehingga bisa menganalisa sebuah video, bahkan fitur multiplexing yang memungkinkan pengguna melakukan monitoring dan perekaman dengan split screen.

Jenis-jenis DVR

DVR hadir di pasaran dengan beragam fitur yang membuat banyak orang awam bingung ketika akan membelinya. Informasi di bawah ini akan memberitahumu sebelum kamu memutuskan memilih DVR untuk instalasi CCTV di tempatmu.

A. Berdasarkan jumlah channelnya

1. DVR 4 Channel

DVR 4 Channel ialah DVR yang memiliki 4 saluran video(4 kamera). Penggunaanya cocok untuk rumah, toko, gudang, atau kantor skala kecil.

2. DVR 8 Channel

DVR 8 Channel ialah DVR yang memperoleh rekaman video dari 8 kamera CCTV. Cocok digunakan untuk kantor, gudang, dan fasilitas umum

3. DVR 16 Channel

DVR 16 Channel artinya mampu menghubungkan 16 kamera ke dalam satu layar. Penggunaannya cocok untuk toko, gudang, kantor skala besar, maupun wilayah pemukiman.

B. Berdasarkan penggunaan kamera CCTV

CCTV yang beredar beragam jenisnya mulai, CCTV analog, AHD, HD TVI, hingga IP Cam. Beragamnya teknologi CCTV ini membutuhkan alat perekam yang cocok untuik menyimpan video tersebut. Oleh sebab itu DVR yang beredar juga beragam, ada DVR biasa, DVR Hybrid, dan DVR Tribrid. Lalu seperti apa perbedaan ketiga DVR tersebut?

1. DVR

DVR biasa ini mensuprot khusus tipe CCTV tertentu. Misalnya kamu memakai CCTV analog, maka kamu juga harus membeli DVR yang khusus mensuport CCTV Analog, atau mungkin kamu memakai IP Camera, maka kamu harus membeli NVR untuk mendapatkan video yang baik. Yang jadi masalah adalah ketika kamu salah memilih DVR untuk IP Camera, maka gambar yang dihasilkan jadi tidak baik, hitam putih, atau warnanya tercampur.

2. DVR Hybrid

Kehadiran teknologi Hybrid pada DVR memudahkanmu dalam penggunaan CCTV baik Analog maupun IP Cam.

3. DVR Tribrid

Teknologi Tribrid memudahkanmu dalam pengoperasian baik CCTV Analog, AHD, dan IP Camera. Setiap channelnya dapat dengan mudah dikonfigurasikan untuk CCTV Analog, AHD, maupun IP Cam.

Tetapi dengan lahirnya teknologi tersebut, bukan berarti kita bisa memilih DVR hanya dilihat dari Hyibrid atau Tribrid-nya, saja ya. Kita harus jeli melihat spesifikasi yang ditawarkan oleh produk tersebut untuk mengoptimalkan pengawasan berbasis CCTV di tempat kita.